Sejarah Desa Sawan

Wilayah Kecamatan Sawan
Images By : Google Maps

Sejarah Desa Sawan merupakan sebuah sebuah desa dari sebuah kecamatan yang juga bernama Kecamatan Sawan. Kecamatan Sawan terletak di sebelah barat dari kecamatan kubutambahan ( Baca Disini Sejarah Desa Kubutambahan ).

Kecamatan Sawan hanya memiliki sedikit bibir pantai jauh lebih sedikit dibandingkan bibir pantai di Kecamatan Kubutambahan. Namun demikian, kecamatan sawan memiliki sebuah pelabuhan yang terletak di desa sangsit. Selain itu Kecamatan Sawan juga memiliki sebuah Pura yang bernama Pura Beji yang saat ini menjadi tujuan wisata pavorit para turis lokal maupun manca negara.

Sejarah Desa Sawan

Sama seperti pada wilayah lainnya, nama Desa sawan juga memiliki sebuah arti yang diberikan oleh seseorang yang sangat dikagumi di wilayah kabupaten buleleng. Berikut sejarah yang diceritakan secara terun-temurun itu diceritakan :
Dahulu kala, Terdapat sebuah tempat yang dihuni oleh penduduk setempat, tempat itu disebut Pekarangan. Pada suatu saat penduduk setempat tidak betah tinggal di wilayah pekarangan tersbut, karena suatu alasan dimana wabah penyakit seperti gatal-gatal menyerang para penduduk yang tinggal disana.
Kemudian datanglah Jero Dukuh yang selanjutnya mengadakan perundingan dengan Jero Dukuh Putra Gunung Raung yang menganggap wilayah pakarangan tersebut seolah-olah menjadi muara pertemuan dari Desa Bebetin dan Desa Menyali sehinga menyebut wilayah tersebut dengan nama Desa Sari Serodan.
Pada suatu ketika datanglah I Gusti Ngurah Panji Sakti ke wilayah Desa Sari Serodan untuk bertemu dengan Jero Dukuh, selanjut beliau berhenti di areal Pura Gubung Raung (Pura Batu Bolong). Dalam pertemuan tersebut I Gusti Ngurah Panji Sakti tidak menyetujui nama wilayah tersebut dengan nama Sari Serodan, sebab setelah beliau melakukan survey disekeliling wilayah itu, Beliau menemukan kerangka manusia di areal Pura Desa yang ada sekarang ini, di Areal Banjar Muniara dan di areal Desa Pakarangan (disekitar Pura Batu Bolong), karena itu nama Desa Sari Serodan diganti denagan nama Desa Sawan yang berasal dari kata “sawa” yang artinya mayat atau kerangka manusia (Sutedja, dkk,1988-1989:2).
Di Pura Batu Bolong terdapat batu-batu besar yang merupakan peningalan purbakala. Dimana batu-batu besar tersebut keluar air yang menurut informasi bahwa air tersebut bersumber dari sebuah batu bolong yang berada di bawah batu-batu besar tersebut. Menurut kepercayaan masyarakat setempat bahwa tempat tersebut merupakan tempat memohon keselamatan bagi orang yang sedang sakit supaya cepat sembuh. Batu–batu tersebut digunakan sebagai alas pembuat ramuan obat-obatan bagi mereka yang sedang sakit.
Begitulah Singkat cerita Sejarah Desa Sawan - kecamatan sawan yang sampai saat ini masih diceritakan secara turun temurun.
Artikel ini di ambil dari sebuah blog : http://suryawanhindudharma.wordpress.com/ dengan sedikit perubahana dari admin tanpa mengurangi makna sesungguhnya dari alur cerita.