Pura Maduwe Karang

Pura Maduwe Karang Kubutambahan

Pura Maduwe Karang Kubutambahan

Pura Maduwe Karang Kubutambahan – Wisata Pura Maduwe Karang merupakan salah satu wisata di pulau dewata yang bertemakan sebuah pura. Apabila di telaah dari nama puranya, Maduwe Karang artinya adalah Pemilik Lahan. Sesuai dengan fungsi pura tersebut adalah sebagai pemujaan untuk mengharapkan kesuburan lahan yang diolah oleh masyarakat setempat.
Menurut sejarah, Pura Maduwe Karang mulai di buat pada tahun 1890 oleh para migrasi dari desa bulian salah satu desa tua di sebelah selatan desa kuutambahan. Karena Pura ini telah dibuat jauh sebelum kemerdekaan indonesia, sudah banyak wisatawan asing yang mengetahuikeberadaan Pura tersebut, selain Pura Maduwe Karang, Wisatawan asing jaman dulu juga kerap mengunjungi Pura Beji yang terletak di desa sangsit.
Lingkungan Pura inimerupakan salah satu lingkungan pura di Bali yang sudah dikenal wisatawan mancanegara sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini di karenakan ketika para wisatawan ingin kembali ke negara asalnya, mereka akan berwisata terlebih dahulu ke dalam pura maduwe karang sambil menggu bis yang akan datang untuk mengangkut mereka menuju pelabuhan.
Pura Maduwe Karang
Tampak Depan Pura Maduwe Karang

Pure Maduwe Karang ini sangat mudah di temukan, karena terletak di pinggir jalan raya dari singaraja menuju amlapura. Pura madue karang ini terletak di desa kubutambahan, kecamatan kubutambahan, kabupaten buleleng kira-kira kurang lebih 12 Kilometer dari pusat kota singaraja dan 100 kilometer dari pusat kota denpasar.

Keistimewaan Pura Maduwe Karang

Ada salah satu hal yang membuat pura ini menarik untuk dikunjungi, yakni keberadaan relief-relief yang sangat unik dan menarik. Salah satu dari reliefnya yang sangat populer adalah relief orang yang sedang mengendarai sepeda gunung dengan roda bunga teratai. Konon orang yang mengendarai sepeda dalam relief itu adalah W . O . J . Nieuwenkamp , pelukis Belanda yang terkenal pada saat itu yang berkeliling Bali dengan mengendarai sepeda pada awal tahun 1900 an . Nieuwenkamp selalu melukiskan tempat tempat yang sempat ia kunjungi.

Relief Orang Bersepeda Di Pura Maduwe Karang
Relief Orang Bersepeda Di Pura Maduwe Karang

Namun karena sebuah bencana gempa di masa lalu, relief orang bersepeda ini sempat rusak dan kembali di benahi oleh pemerintah setempat. Selain dari pada relief orang bersepeda tersebut terdapat juga pahatan patung yang sangat unik dan menyita pandangan para wisatawan yang berkungjung di pura ini.

 

Yakni adalah pahatan tokoh Durga dalam manifestasinya sebagai Rangda, dalam posisi duduk dengan kedua lututnya terbuka lebar sehingga alat kelaminnya jelas terlihat. Sedangkan tangan kanannya diletakkan di atas kepala seorang anak kecil yang berdiri di sebelah lututnya, kaki kanannya diletakkan di atas binatang bertanduk yang sedang berbaring. Tokoh ini dimaksudkan untuk menggambarkan Durga sebagai Mahisasuramandini yaitu tokoh pemusnah kerbau jahat raksasa. Pada bagian lain dari dinding lingkungan Pura Maduwe Karang juga terdapat pahatan seorang penunggang kuda terbang dan pahatan Astimuka yang menyatakan bahwa tokoh yang dilukiskan ini sama dengan lukisan Sang Sang Gana (Ganesha) yaitu dewa yang berbentuk muka gajah.

 

Menuju Pura Maduwe Karang Di Kubutambahan

Jika anda ambil dari daerah singaraja, maka anda akan menempuh jarak kurang lebih 12 Kilometer ke timur menuju daerah kubutambahan. Lokasi Pura Maduwe Karang ini sangatlah mudah di jumpai. Dari pinggir jalan raya singaraja-amlapura anda akan melihat banyak patung yang berjajar di pinggiran Pura ini. Di depan pura ini juga terdapat lahan parkir yang cukup luas, tak jarang bus atau truck diparkirkan disana seperti layaknya sebuah terminal mini.

Jika anda ingin berkunjung ke Pura ini jangan lupa untuk mengenakan pakaian adat bali atau sekedar menggunakan kamen yang dipakaikan di pinggang, itu karena anda berkunjung ke tempat suci umat hindu yang biasa digunakan untuk tempat persembahyangan bersama.- Pura Maduwe Karang Kubutambahan