Pura Uluwatu

Pura Uluwatu – Pura Di Ujung Kaki Pulau Bali

Uluwatu- Setiap pura di bali memiliki keunikan tersendiri yang tidak terdapat di tempat-tempat lainnya. Karena itulah bali selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu pura yang unik di bali adalah Pura Tanah Lot, Disebut unik karena letak pura ini yang tak lazim. Biasanya sebuah pura didirikan di tempat-tempat yang aman dan terjangkau. Namun Pura Tanah Lot ini berbeda, pura ini terletak di tengah laut dengan berlandaskan batu karang yang besar yang tak pernah habis walaupun ombak besar menerjang batu ini.

Selain itu ada juga Pura Uluwatuyang tak kalah unik dengan Pura Tanah Lot. Pura Uluwatu letaknya berada di ujung kaki pulau bali. Tepat berada di atas sebuah tebing besar yang di bawahnya merupakan hamparan laut lepas dengan ombak yang cukup besar.

Pura Uluwatu – Objek Wisata Terkenal Di Bali

Pura Uluwatu Bali
Bangunan Meru Bagian Dari Pura Uluwatu Jika Dilihat Dari Sisi Lain Tebing
Pura Uluwatuterletak di ujung sebuah tebing karang dengan ketinggian sekitar 93 meter dari atas permukaan laut. Kata Uluwatudiambil dari bahasa sanskerta yang memiliki arti ‘puncak batu’ yang sesuai dengan lokasi pura ini. Wisatawan yang berkunjung ke pura ini sangat menikmati keindahan alam serta menikmati suasana religius dari pura uluwatu ini.
Para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini akan dapat menyaksikan hamparan laut samudra hindia dengan hembusan angin nya yang cukup kencang. Sama seperti Pura Tanah Lot, disini anda juga dapat menyaksikan Sunset yang indah dan menakjubkan.
Melihat dari samping pura ini, anda akan ter kagum-kagum melihat meru yang merupakan bagian dari pura uluwatu menjulang diatas tepian tebing yang sangat menjorok dengan ketinggian tebing mencapai 93 meter dari laut. Anda akan mulai berfikir bagaimana bisa membuat tempat beribadatan yang sangat menjorok di tepian tebing itu.
Selain dari pada pemandangan yang amat memukau di pura ini, anda juga dapat menyaksikan tarian khas bali yaitu Tarian Kecak. Tarian ini dimainkan oleh sekitar 50 sampai 100 orang penari yang didominasi oleh kaum lelaki. Dengan duduk secara melingkar, para lelaki ini berteriak “cak..cak..cak..” saling bersahutan satu sama lain sehingga membuat suara mereka menjadi indah. Tarian yang para penarinya menggunakan ‘kamen poleng’ ini lebih cenderung mengisahkan tentang cerita ramayana.
Tari-tarian yang ada di pura uluwatu
Acara Tari-Tarian Yang Ada Di Pura Uluwatu

Ada Apa Di Pura Uluwatu

Sebelum memasuki pelataran pura, para wisatawan diwajibkan untuk mengenakan ‘kamen’, busana adat bali yakni sebuah kain yang dipakaikan seperti sebuah rok panjang sampai ke mata kaki dengan selendang yang diikat di bagian pinggang. Busana ini adalah busana adat bali yang wajib dikenakan ketika anda memasuki pelataran pura mana pun.
Ketika akan memasuki pura, anda akan disambut dengan megahnya candi bentar menyerupai sayap burung yang melengkung. Sesampai di bagian tengah pura, anda akan melewati candi kurung yang didepannya terdapat sebuah patung ganesa (anak dari deva siva). Namun untuk anda para wisatawan non hindu, tidak diperbolehkan untuk memasuki bagian utama dari pura untuk menjaga kesucian dari pura ini.
Namun dari sisi lain tebing, anda dapat melihat langsung meru tumpang 3 yang ada di bagian utama pura uluwatu. Meru ini berada di ujung tebing yang dibawahnya terdapat hamparan luas laut hindia.
Monyet Di pura uluwatu
Monyet Yang Sedang Bersantai Di Pura Uluwatu
Sama halnya di Pura Pulaki, Pura uluwatu juga dihuni oleh beberapa hewan seperti hewan monyet, hewan ini cenderung cukup nakal karena sering mengganggu wisatawan yang datang. Kami peringatkan saja bagi anda yang ingin berkujung ke uluwatu untuk menjaga barang bawaan masing-masing, karena monyet ini sering mengambil secara tidak sadar apa yang anda bawa. Dalam berbagai kasus, sudah banyak wisatawan yang kehilangan kamera poket, topi, kaca mata bahkan sampai kalung dan gelang emas mereka dibawa lari oleh monyet.

Peta Lokasi Pura Uluwatu