Pura Besakih

Pura Besakih – Pura Terbesar Di Bali

Pura Besakih – Di Bali merupakan sebuah daerah yang penduduknya di dominani oleh umat hindu. Bali sangat banyak bertebaran pura-pura yang merupakan tempat peribadatan umat hindu, tak ayal jika Bali dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura.

Di setiap desa pakramandi bali minimal sudah harus memiliki 3 buah pura. Belum lagi Pura-pura yang lain yang dibangung dengan fungsi masing-masing. Hampir disetiap daerah di Bali terdapat Pura baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil.

Namun ada sebuah Pura yang menjadi pusat dari seluruh umat hindu di Bali, Pura itu adalah Pura Besakih. Pura ini merupakan satu-satunya Pura terbesar di Bali yang berlokasi di desa besakih, kecamatan rendang, kabupaten karangasem, bali.

Pura Besakih – Pura Umat Hindu Terbesar Di Bali

Pura Besakih

Pura Besakih disebut sebagai Ibu dari pura-pura yang ada di bali. Sesungguhnya, Pura Besakih merupakan sebuah kompleks pura yang terdiri dari berbagai macam jenis Pura yang berlokasi di lereng selatan Gunung Agung.
Nama Besakih, konon diambil dari kata ‘Wasuki’ (bahasa sanskerta) yang berarti keselamatan. Dari sumber lain, dikatakan Nama Besakih mengacu pada nama naga dalam dalam mitologi hindu yaitu ‘Naga Basuki’ yang dipercayai sebagai dewa naga penjaga Gunung Agung.
Dalam areal besakih terdapat 1 buah pura pusat (Pura Penataran Agung) dan 18 Pura pendamping lainnya. Pura Penataran Agung (Pura Pusat Besakih) merupakan kawasan pura yang paling besar, terdapat banyak sekali bangunan Pura yang tinggi, besar nan megah.
Sebuah bangunan suci terlihat seperti atap yang saling bertumpuk-tumpuk yang disebut dengan Meru. Meru ini memiliki jumlah tumpang yang berfariasi. Tumpangmerupakan sebutan untuk jumlah atap yang ada di bangunan suci. Jumlah tumpang dari meru jika kita hitung akan selalu berjumlah ganjil. Mulai dari meru tumpang 3, tumpang 5, tumpang 9 sampai yang tertinggi adalah meru tumpang 21.
Pura Besakih merupakan pengekspresian dari kepercayaan penting yang dianut oleh umat hundi di bali yakni ‘Tri Hita Karana‘ yang apabila diartikan artinya 3 buah penyebab kebahagiaan melalui pengeratan hubungan yang terdiri dari :

  1. Hubungan antara manusia dengan tuhan
  2. Hubungan antara manusia dengan alam
  3. Hubungan antara manusia dengan sesamanya
Jika pada hari-hari besar keagamaan umat hindu seperti punama, tilem, galungan, siwaratri dan yang lainnya maka pura besakih akan sangat ramai dikunjungi oleh umat hindu dari berbagai pelosok bali untuk datang bersembahyang ke Pura Besakih ini.

Wisata Di Besakih

Menuju ke pelataran Pura Besakih, anda akan melihat berbagai macam warung-warung makan yang menyediakan berbagai masakan kuliner khas bali. Harga yang ditawarkan juga sudah sangat wajar dan soal rasa anda tidak perlu lagi untuk berkomentar karena rasanya sudah pasti enak.
Selain wisata kuliner, dibesakih juga terdapat wisata souvenir yang dapat anda beli untuk oleh-oleh khas bali. Tempatnya juga sama, yakni di pinggiran jalan setapak menuju Pelataran Pura Besakih. Sovenir yang di jajakan juga sangat bervariasi dan unik.

Perlengkapan Yang Harus Di Bawa Ke Pura Besakih

Karena pura besakih merupakan tempat beribadatan umat hindu dan bukanlah tempat wisata khusus, jadi terdapat perlengkapan khusus yang harus di bawa untuk dapat berkunjung dan melihat-lihat candi-candi menakjubkan yang ada di Pura Besakih ini.
Untuk anda non hindu, perlengkapan yang mesti dibawa yakni sebuah kamen(sarung) dan juga selendang, anda juga bisa menggunakan udengseperti halnya ikat kepala yang digunakan oleh umat hindu.
Bagaimaan jika anda tidak membawanya? tenang, akan ada penjual yang menjual perlengkapan tersebut untuk anda. Atau jika anda menyewa jasa pemandu wisata, pasti sudah akan disediakan oleh sang pemandu.

Lokasi Pura Besakih