Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Di Bali

Hari Raya Nyepi – Bali punya segudang hal-hal unik yang menyatu dalam budaya dan agama. Karena selain dari alamnya yang indah, di bali juga terkenal dengan keunikan budaya yang bercampur dengan keindahan agamanya yang berbeda dengan wilayah lain di indonesia. Salah satu slogan yang sering kita dengar ketika kita berkunjung ke Bali adalah sebutan bali sebagai pulau seribu pura, dan semoga sebutan itu dapat didengar oleh acak cucu kita nantinya.

Oke kembali ke topik awal tentang tema kita kali ini yakni Hari Raya Nyepi. Mungkin semua orang di indonesia telah mengetahui arti dari nyepi ini karena memang ketika hari raya nyepi juga diberlakukan hari libur nasional di indonesia. Bahkan, nyepi ini sudah terdengar gemanya hingga ke mancanegara. Lalu apa sih nyepi itu sebenarnya?

Hari Raya Nyepi Di Bali

Hari Raya Nyepi

Secara kasarnya, nyepi di Bali artinya melumpuhkan semua aktifitas yang ada di Bali baik itu hotel, restaurant, tempat parawisata dan bahkan Bandara Internasional sekalipun selama 1 hari 24 jam. Namun yang hanya boleh beroperasi hanyalah rumah sakit saja yang akan menangani ketika nanti-nanti ada situasi gawat darurat ketika pelaksanaan nyepi dilaksanakan.

Namun, pengertian Nyepi tidaklah sampai pada disana. Bagi umat hindu yang ada di Bali, pelaksaan Nyepi artinyaperayaan hari tahun baru saka yang jatuh pada penanggal apisan sasih Kedasa (eka sukla paksa Waisak) sehari setelah tilem Kesanga (panca dasi Krsna Paksa Caitra)-babad bali.

Terdapat 4 peraturan yang tak tertulis, namun harus ditaati oleh umat hindu dalam melaksanakan hari raya nyepi. 4 Peraturan tersebut disebut dengan Catur Bratha Penyepian yang artinya 4 larangan ketika hari raya nyepi. Peraturan inilah yang nantinya mengikat para penduduk di Bali untuk melumpuhkan sejenak segala aktifitas yang ada di Bali. Berikut merupakan bagian-bagian dari catur bratha penyepian tersebut :

  1. Amati Gni, yang artinya tidak boleh menyalakan api baik itu api (kompor, korek, lampu) ataupun api dalam diri (amarah, nafsu)
  2. Amati Karya, yang artinya tidak boleh bekerja, baik di dalam maupun di luar rumah
  3. Amati Lelungaan, yang artinya tidak berpergian keluar rumah
  4. Amati Lelanguan, yang artinya tidak boleh bersenang-senang atau menghibur diri (bermain, berpesta, menonton tv)

Keempat peraturan tersebut di taati oleh umat hindu di Bali, sehingga di Bali tidak ada lagi aktifitas selain pemusatan diri kepada ida sanghyang widhi waya (Tuhan Yang Maha Esa).

Agar Hari Raya Penyepian berjalan dengan tentram dan Hikmat, tentunya harus ada pengawasan yang baik dari pihak tertentu. Oleh karena itu, disetiap desa pakraman di Bali dibentuk komonitas pengamanan yang disebut dengan pecalang. Nah pekerjaan pecalang ini adalah mengawasi jalannya hari raya nyepi dengan berjalan-jalan ke rumah-rumah penduduk agar prosesi nyepi berjalan dengan tentram.

Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi

Melasti, Tawur

Melasti atau mekiis atau melis merupakan sebuah upakara penyucian diri secara menyeluruh baik itu diri sendiri maupun lingkungan kita sendiri. Biasanya tempat pelaksanaannya dilakukan di laut atau jika tidak bisa dilakukan di danau atau tempat-tempat sumber mata air yang disucikan. Bagi Pura yang memiliki pratima (benda yang disucikan, sarad) bisa dibawa kelaut untuk disucikan. Upacara melasti ini dilaksanakan berbeda-beda disetiap desanya sesuai dengan adat yang berlaku dan kondisi dari desa tersebut, namun yang pasti melasti dilakukan sebelum puncak perayaan nyepi.

Setelah Nyepi, ada prosesi tawur yang tujuannya untuk menyeimbangkan antara bhuana alit dengan bhuana agung, nisakal dengan sekala sehingga diperoleh keselarasan yang baik antar keduanya. Biasanya prosesi ini dilaksanakan di Sore hari yang berpusat di tengah-tengah desa (pertigaan atau perempatan desa) kemudian disusul ke setiap pekarangan rumah penduduk.

Setelah prosesi tawur ini, barulah ada prosesi arak-arakan Ogoh-ogoh, sebuah patung raksasa yang terbuat dari kayu, besi atau gabus yang nantinya diarak keliling desa yang kemudian dibakar. Hal ini bertujuan untuk mengusir pemikiran-pemikiran kotor yang kita miliki. Kemudian setelah itu, anak-anak muda biasanya membuat keributan dari benda-benda yang mengeluarkan suara seperti kentungan atau kembang api.

Puncak Hari Raya Nyepi

Di puncak hari raya nyepi, seluruh umat hindu melaksanakan catur bratha penyepian. Sehingga jalanan akan sangat sunyi, dan suara bising kendaraan yang biasa terdengan akan menghilang selama 1 hari 24 jam.

Ngembak Geni

Prosesi ini dilaksanakan sehari setelah puncak perayaan nyepi. Sebagai pelaksanaannya, bisa dilakukan dengan melakukan dharma santhi di lingkungan keluarga dan dilingkungan masyarakat. Umat hindu bisa saling bersilaturahmi di hari ngembak geni ini.